Semata-mata (Innama) misi pengutusan Nabi adalah untuk menyempurnakan keluhuran
akhlak. Sejalan dengan itu, dijelaskan dalam al-Qur’±n bahwa Beliau diutus hanyalah
untuk menebarkan kasih sayang kepada semesta alam. Dengan demikian, di dalam
ayat al-Qur’±n ini digunakan struktur gramatika yang menunjukkan sifat eksklusif misi
pengutusan Nabi.
Dalam struktur ajaran Islam, pendidikan akhlak adalah yang terpenting. Penguatan
akidah adalah dasar. Sementara, ibadah adalah sarana, sedangkan tujuan akhirnya adalah
pengembangan akhlak mulia. Sehubungan dengan itu, Nabi saw, bersabda, “Mukmin
yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”1
dan “Orang yang
paling baik Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya.”2 Dengan kata lain, hanya akhlak
mulia yang dipenuhi dengan sifat kasih sayang sajalah yang bisa menjadi bukti kekuatan
akidah dan kebaikan ibadah. Sejalan dengan itu, Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti diorientasikan pada pembentukan akhlak yang mulia, penuh kasih sayang, kepada
segenap unsur alam semesta