Semata-mata (Innama) misi pengutusan Nabi Muhammad saw. adalah untuk
menyempurnakan keluhuran akhlak. Sejalan dengan itu, dijelaskan dalam alQurān bahwa Beliau diutus hanyalah untuk menebarkan kasih sayang kepada
semesta alam. Dengan demikian, di dalam ayat al-Qurān ini digunakan struktur
gramatika yang menunjukkan sifat eksklusif misi pengutusan Nabi Muhammad
saw.
Dalam struktur ajaran Islam, pendidikan akhlak adalah yang terpenting.
Penguatan akidah adalah dasar. Sementara, ibadah adalah sarana, sedangkan
tujuan akhirnya adalah pengembangan akhlak mulia. Sehubungan dengan itu,
Nabi saw, bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling
baik akhlaknya” (H.R. Abu Daud dan Imam Ahmad) dan “Orang yang paling baik
Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Imam Ahmad). Dengan kata
lain, hanya akhlak mulia yang dipenuhi dengan sifat kasih sayang sajalah yang
bisa menjadi bukti kekuatan akidah dan kebaikan ibadah. Sejalan dengan itu,
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diorientasikan pada pembentukan
akhlak yang mulia, penuh kasih sayang, kepada segenap unsur alam semesta.